Pagiku di seberang pelukmu


Selamat pagi..
Aku membisikkan kata membosankan ini di telingamu dalam anganku. Aku akan selalu melakukannya, meskipun kau tak mendengarnya. Kau terlalu jauh rasanya, kini. Dipandangan mataku pun, aku tak dapat melihatnya. Tapi kau dekat, memelukku dengan erat.
Dalam dinginnya pagi, aroma secangkir susu coklat panas yang menembus dahaga sisa tadi malam terasa begitu nikmat. Aku membuatkannya untukmu, dan akan selalu begitu, dalam khayalan. Menemanimu membuka hari, sekadar bercerita penambah semangat pagi.

Hambar terasa cinta akhir – akhir ini, mungkin itu yang terjadi. Kau dekat terasa jauh, kau ada terasa tiada, meski sakitnya rindu mulai menggigit ngilu. Teringat kasih yang kita cita – citakan. Kini hanya saling terdiam, mencari arti cinta semalam. Senyuman tulus hati mengembang saat bertatapan, pertanda terasa bahagia hati dan perasaan. Diam bukan jawaban.
Aku merindukanmu. Aku merindukan kita. Sudahkah bisa di akhiri ini semua? Menikmati pagi di seberang pelukmu, bagaikan menyeduh teh dengan air dingin, hampa – tak berwarna – tak sempurna.

Pagiku di Seberang Pelukmu
Pagiku di Seberang Pelukmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s