CINTA dan APA ADANYA SAYA


Katakan, apa yang kalian pikirkan terhadap saya! Pikiran buruk yang tak enak di ungkapkan dengan kata, dan kalian memilih untuk mempernyata nya melalui sikap sinis yang lebih menyakitkan. Tak ada yang perlu di sembunyikan, sorot mata tak bisa berbohong, walau hati berusaha keras menutupinya, bukan begitu kawan? Saat senyum terurai sempurna, saat itu kau terlihat sangat baik dan ramah, namun ada kalanya bibir itu lebih tipis dari benang sutera dan melukai secara nyata.

Terkadang, hidup terasa sangat tidak bijaksana menanggapi kenyataan yang ada. Entah itu yang di sebut cemburu atau terluka, iri hati atau tidak suka, semua ada jalannya. Saat itu kau gunakan hatimu untuk menemukannya, jalan apa yang harus kau pilih, jalan mana yang harus kau tempuh. Tak ada jalan yang salah kawan, semuanya tergantung padamu.

Jangan salahkan cinta, saat ia hadir dan menuntunmu padaku. Jangan salahkan cinta jika dia datang bukan untuk memilihmu. “Cinta tak harus memiliki”, pepatah romantis-klasik, yang terkadang membuat wanita menangis dan bisa bunuh diri atau hal lainnya.  Sayangnya, itu terjadi bukan hanya pada wanita.

Terkadang, cinta bukan untuk di ungkapkan.Ada saatnya cinta harus menjadi rahasia dan di simpan selamanya, dan ada juga saat dimana kita tak menyadari bahwa kita sedang jatuh cinta. Begitu juga dengan cemburu. Buat saya, cinta dan cemburu itu berdiri saling membelakangi, bersandar di punggung satu sama lain, saling menjaga dan saling melindungi.

Salahkah, bila seorang hadir dengan apa adanya dirinya. Tersenyum pada setiap orang, membuka hati untuk berteman dengan siapa saja, bahkan tanpa sadar memikat hati banyak orang. Haruskah dia di hukum atas itu semua? Haruskah itu dijadikan alasan untuk menjatuhkan dan menjauhkan nya dari kehidupan yang memang sudah terlanjur kejam? Membiarkannya terasing dalam keramaian dan gelak tawa bangsawan-bangsawan muda?

Menuntut untuk di mengerti, sebelumnya bercermin dan lihat diri sendiri. Meminta untuk di hargai, tentunya pastikan dulu diri sendiri, sudahkan menghargai orang lain. Melindungi seseorang bukan berarti menjatuhkan orang lain, iya kan? Hal yang terbaik dan paling bijaksana adalah saat kita jujur tentang kelemahan dan kesalahan diri. Mari saling introspeksi diri, introspeksi hati..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s