Datanglah Ke Rumahku Saat Musim Hujan Tiba


Kemarau di kampungku semakin tahun semakin panjang, mungkin suatu saat nanti akan kau dengar istilah “tahun tanpa musim hujan” atau “musim kemarau sepanjang tahun”. Debu berterbangan, air sulit di temukan dan tanaman mengering, mati. Untuk saat ini, saat aku berusia 22 tahun, musim kemarau sudah cukup membuat kami bersedih. Air sudah mulai susah, sumur mengering, sungai masih mangalir tapi sangat-sangat menyusut dan sedikit airnya. Sedih tapi aku tak bisa melakukan apa-apa. Kami hanya bisa berdo’a agar hujan segera turun.

Halaman rumahku tidak di tumbuhi oleh rumput jepang ataupun rumput cina, walau dulu aku berharap dan sangat berharap mama menanam rumput di halaman. Kini saat musim kemarau tiba, debu berterbangan ketika angin berhembus. Terkadang menyusup ke mata jika tidak berhati-hati. Dan yang melelahkan, aku harus menyapu rumah tujuh kali dalam sehari agar lantai tetap nyaman di injak dan telapak kaki tidak hitam dibuatnya.

Selain itu yang membuat sedih adalah tanaman di sekitar rumah,bunga-bungaan di sepanjang teras, dan bunga-bungaan yang di tanam mama di tanah. Mereka sedih, layu, haus, mungkin. Tapi tak ada yang bisa kami lakukan. Tumbuhan singkong, yang daunnya biasa kami petik untuk sayur, kini telah menguning, tak berdaun muda lagi. Bayam liarpun tak ada yang tumbuh, tanaman cabe rawit mama pun mati. Tinggal dua pohon pepaya yang masih berbuah dan mampu mematangkan buahnya disaat musim kemarau ini. Namun, rasa buahnya terasa kurang manis dan kurang mengandung air. Tapi, alhamdulillahhirrabbil’alamiiin, kami selalu bersyukur dengan apa yang ada dan yang masih bisa kami peroleh.

****

Aku menjalani kehidupan di tempat yang berbeda dengan papa dan mamaku. Hidup itu pilihan, memilih untuk yang lebih baik. Sehingga papa dan mama merelakan aku pergi melanjutkan hidup. Satu pesan papa yang tak terlupakan, “pandai mengukur bayang-bayang nak. Jangan sampai tinggi bayang-bayang daripada badan”. Dan aku selalu mengingat itu. Banyak yang tak paham maksud pepatah lama ini, bukan? Aku memahaminya sebagai ungkapan, jangan berbohong akan apa saja, akan penampilan, akan gaya hidup dan akan apa saja. Ingat ingat akan siapa diri, bagaimana keadaan mama dan papa disana. Jangan hanya terlihat “wah” di depan orang-orang. Demikianlah kurang lebih, menurutku orang bijak selalu dapat menangkap makna positifnya.

Susahnya hidup sudah tak perlu di tanya, di hinakan atau di rendahkan, sudah sangat biasa. Tak perlu lagi kau coba, tak perlu lagi kau ingatkan. Aku selalu ingat akan diriku, akan siapa aku. Kau punya segalanya, tapi mungkin kau kurang bersyukur. Sehingga kau merasa tak punya apa-apa, dan bahkan kau sebut hidupmu sederhana. Dan kita sama-sama sederhana dalam dua definisi yang berbeda. Kau sederhana dengan definisimu sendiri, sedangkan aku sederhana dalam defini kebanyakan orang. Dan aku mensyukuri hal itu.

Jika kau tak percaya akan ucapanku, datanglah ke rumahku ketika musim hujan tiba. Diwaktu sore, akan kau temukan papa pulang kerja kehujanan dan kedinginan. Kau akan menerima salam dari mama dan adikku yang kehujanan dan kedinginan pulang dari sekolah. Dan mama harus melanjutkan kewajibannya memasak makan malam. Begitulah setiap hari. Jika kau bertanya, mengapa musim hujan? Jawabnya sederhana πŸ™‚ Karena di musim hujan, kau tak perlu merasakan hawa panas negriku, kaupun tak perlu merasakan sulitnya menghemat air, atau lelahnya mengangkat air dari sumur umum di belakang sana. Dan kemudian aku meringankan beban mama, agar tak kebingungan menyediakan sayuran di rumah, karena jika musim hujan tiba, daun singkong sangat rimbun di halaman, daun tenggek burung juga semakin rimbun dn bayam liar tumbuh dengan riangnya. Mungkin dengan cara itu kau bisa bersyukur dengan apa yang kau miliki.. πŸ™‚

Ingatkah ini dimana? :)
Ingatkah ini dimana? πŸ™‚
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s