Istoria da Paz


Novel ini saya beli, ketika ada bazar buku di salah satu pusat perbelanjaan di kota Bogor. Pada awalnya,saya kira novel ini hanya bercerita tentang patah hati. ternyata bukan, novel ini bercerita tentang cara menata hati yang telah patah dan terluka.

Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang editor wanita, Damai Pricilia. Ia hidup bahagia dengan pacarnya jambrong, yang takut dengan komitmen pernikahan. Mereka hidup sangat bahagia hingga seorang penulis novel tak sengaja masuk ke kehidupan mereka, itu karena Damai menjadi editor untuk novel perdana nya.

Semua berubah, Jambrong sangat tertarik dengan pikiran dan ide-ide sang novelis, Arimbi Pramudhita. Sedangkan Damai menganggapnya sangat sinis memandang pernikahan. Pada akhirnya, hal yang sangat tidak di inginkan terjadi. Perpisahan dan patah hati. Semuanya berubah.

Disaat yang bersamaan, Damai mendapat tugas untuk menulis tentang “sekolah Damai” sekolah untuk para pengungsi Timor Leste, di kota Kupang. Ia harus menemani dan bekerja sama dengan sang pioneer Dionysius Alexander. Mereka berdua bekerja sama untuk membukukan, perjuangan dan cerita tentang sekolah Damai.

Di sinilah, Damai Pricilia menata ulang hati. Melupakan Jakarta untuk sementara dan melupakan Jambrong dan sakit hati untuk selamanya, Jika semudah itu.

Siang hari mengikuti Dion mengajar di sekolah Damai, berjalan dan bertegur sapa dengan warga, hal yang sangat di sulit di temukan dan di lakukan di ibukota. Mendapatkan “hadiah” dari Abitu dan kejutan-kejutan tak terduga lainnya.

Dan malam hari, adalah waktu nya untuk bekerja sembari menikmati kopi buatan Dion. Bekerja, berdiskusi dengan Dion yang terbatas waktu hanya dua minggu. Sesekali menikmati ribuan bintang yang bertabur di langit malam. Indah. Obat yang manis, bukan.

 

Waktu dua minggu merangkak cepat, akhirnya Damai harus kembali ke Jakarta untuk merampungkan buku itu. Pagi itu ia ke Bandara diantar oleh Dion, Abitu dan .. Demikianlah selesai tugas sementara Damai sebagai Ibu Guru Bunga bagi mereka.

Terik ibukota menyambut kedatangan Damai kembali. Hati yang sudah tenang dan mulai tertata rapi. Tidak ada lagi nama Jambrong atau Arimbi yang menyulut emosinya. Namun, sebuah kabar mengusik hatinya sebagai seorang anak, ayahnya mengirim pesan ingin bertemu. Damai pulang ke rumah, bertemu ayahnya yang tengah terbaring sakit, terserang stroke begitulah yang di sampaikan bi , pembantu rumah tangganya.

Hidup itu aneh ya, dalam sekejap semuanya bisa berubah. Kebahagiannya bersama Jambrong, hilang. Ia pergi menata ulang hati. Bertemu Dion dan anak-anak di sekolah Damai, mengubah caranya menilai rasa sakitnya. Berdamai dengan ayahnya. Dan kini, setelah buku Sekolah Damai rampung, Dion mendapat kesempatan sekolah ke luar negeri. Dan tak di sangka-sangka, Damai Prisilia mengambil keputusan untuk kembali ke Kupang dan menggantikan peran Dion di sekolah Damai sembari menunggu Dion pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s