Kampung yang di Tinggalkan


Dan malampun mulai bercerita

Tentang kampung yang ditinggalkan

Saat lampu minyak mulai dipadamkan

Sunyi merasuki jalan-jalan setapak perumahan

Terdengar rumah tua bernafas bersahutan

Berderak dipan kayu ditiduri kucing tua dan anaknya

Bergelung merapat ciptakan kehangatan

Agar terlelap si Belang dan si Hitam

Teras-teras batu terasa dingin kala itu

Tiada tangis bayi disela-sela malam

Pertanda kampung lama ditinggalkan

Dedaunan dibawah pohon pun tak berkilah

Jatuh dan berkumpul disusun angin senja

Kepala dusunpun tak lagi bisa bersuara

Alam pusaka raya tak lagi berpenghuni

Tergiur hati akan emas dan harta berlimpah

Dibawakan langkah tinggalkan kampung

Berharap bangkit batang nan terendam

Bunga dah layu kekeringan, halaman dah meratap nak dibersihkan

Namun, hati tuan membatu di negeri orang

Menangis kampung tak di jalang

Saat lampu minyak dipadamkan

Tersisa bau asap saksi cerita..

Petapahan, 22 Juli 2013 © Dian Purnamasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s