Sempur di Pagi Minggu


Pagi minggu, cerah, berawan ataupun mendung akan selalu ada keramaian disini, Sempur. Kedamaian pagi minggu dijalan raya yang dipenuhi gerombolan pejalan kaki, tanpa kebisingan deru mesin kendaraan, tanpa keributan klakson yang bersahut-sahutan, tanpa asap knalpot tanpa polusi. Sempur di pagi minggu. Hanya pejalan kaki, pengayuh sepeda dan pedagang-pedagang yang menjajakan dagangannya disepanjang jalan. Tiba-tiba jalan raya itu berubah menjadi tempat menggelar lapak-lapak liar penyambung hidup. Dimulai dari barang diskonan, barang bekas, obat tradisional, obat tradisional yang menjijikkan juga ada, hingga dagangan penuh bualan omong kosong. Berbagai macam jajanan pasar juga tersedia disini, dari yang familiar hingga jajanan tradisional yang sudah jarang di temukan dikota hujan ini, yang mungkin asal jajanan itu bukan dari sini, atau usia jajanan itu yang sudah uzur dan tak lagi ada yang ingin mencicipinya karena merasa bangga dengan hidupnya di zaman modern dengan sajian-sajian fast food yang berkelas itu.

Aku suka mengunjunginya, sempur di pagi minggu. Meskipun gerimis putih masih turun menyongsong pagi, aku masih akan mengunjunginya. Jalanan basah, aroma pohon dan dedauanan sehabis hujan, sungguh aku menyukainya. Ada ketenangan yang tercipta saat aku menghirup udara pagi disana, ada kenangan yang tergambar samar yang aku tak tahu itu apa. Tapi, aku sangat menyukainya. Aroma hutan sehabis hujan. Sendirian melangkahkan kaki dengan santainya menikmati ketenangan, sejanak melupakan masalah dan kepenatan yang bertumpuk dalam ingatan. Melangkah sembari tersenyum kecil melihat kenikmatan-kenikmatan yang teramat jarang disadari, ternyata dalam setiap hembusan nafas ini ada begitu banyak kenikmatan dari-Nya.

Sempur di pagi minggu sendirian atau bersamamu sama saja. Tetap saja, akan menjadi kenangan nantinya. Biar saja, aku yang menyimpannya. Kau tak perlu bersikeras menyatakan kau telah lupa, tentang teriknya lapangan kala kita lari bersama, atau tentang susahnya menerobos orang-orang yang berjalan beriringan itu. Atau tentang malam yang tak perlu diungkapkan. Aku akan menyimpan semuanya walau terkadang terasa sesak saat mengingatnya.

To Be Continue ***

Bogor, 22 Desember 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s