Djogja, Aku Datang Lagi


Oke januari, tahun ini penuh warna dan airmata. Saat semua terasa menyesakkan dada, dan ga tau harus bilang ke siapa. menumpahkan kesedihan kemana. Sepertinya ini adalah pilihan terbaik untuk menyegarkan pikiran dan hati. Setelah angin bandara Soe-Ta tak berpengaruh apa-apa dengan gundahnya hati. Aku pergi bukan untuk lari atau melarikan diri dari semua yang terjadi. Sepertinya patikel-partikel udara di bogor lebih besar dari biasanya. Sehingga bernafas disini terasa berat dan sakitnya membuat airmata menetes tak pada waktunya. Semakin menyadari, tak ada gunanya mengeluh. Mengeluhpun takkan menyelesaikan apapun. Keputusan yang satu ini sudah final dan takkan goyah lagi. Pergi ke djogja, mengunjungi kenangan yang dulu sempat ada disana sejenak. Pelepas rindu kepada yang dulu selalu di rindu. Dan mendatangi tepat baru yang menambah cerita dan kenangan manis di sana, di Djogja.

Untuk mengawali perjalanan, berburu tiket adalah sebuah keharusan. Karena liburan jauh itu untuk pergi kebanyak tempat bagus dengan biaya seminimal mungkin. πŸ˜‰
Tiket sudah di dapat, teman tempat menginap dan bertualangpun sudah fix. Yuk mari menghitung hari hingga akhir bulan Januari menjelang. πŸ˜€

Akhirnya waktu yang di tunggu tiba, kereta berangkat dari stasiun Senen. Dan aku ga tau gimana caranya mencapai stasiun itu dengan kereta. Akhirnya aku minta tolong si boss sammy semmok untuk jemput aku di jatinegara dan anterin ke Senen. Oke fix, si sammy ada waktu dan mau anterin aku. Malam itu packingnya ga terlalu bersemangat, soalnya mau nafas aja berat. Paginya bangun telat, ke stasiun telat dan naik kereta pun telat. Sebelum sampe manggarai di telpon sammy ngasih tau, kalo mau ke jatinegara turun di manggarai terus naik kereta yang ke arah bekasi atau yang ke Jatinegara. Untungnya aku manut ama sammy. πŸ˜€
dan konyolnya, aku berpikir bahwasanya Jatinegara ternyata dekat..Β  hahahhaha

Dari sini dianter ke Stasiun senen, lewat salemba. Dan kali ini, hawa jakarta terasa begitu panas dan menyesakkan dada. tapi ya sudahlah, mengingat sebentar lagi Djogja akan menyapa. Oke, kita makan siang dulu dan akhirnya aku menunggu kereta untuk ke Djogja, sendiri. tanpa ada yang boleh mengganggu.. πŸ™‚

****

Akhirnya kereta tiba di stasiun Lempuyangan, dan aku menunggu nyak Nurul menjemput. Malam ini dan hingga beberapa malam kedepan aku akan menginap di kosan Aunty Neneng :* .

Pagi pertama di Djogja, Pagi minggu Kita pergi SunMor (Sunday Morning) di UGM.

Siangnya ngukur jalan di Malioboro sama aunty πŸ˜‰

10888510_904311849601453_7362905140568846834_n
Malioboro

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s