Tetaplah Menjadi Aku


Candi Ratu Boko, Yogyakarta
Candi Ratu Boko, Yogyakarta

Sedari kecil aku senang membaca, membaca apa saja. Namun, aku tak seberuntung orang-orang lain. Waktu kecil bacaanku terbatas. Mama dan Papa tidak punya koleksi buku-buku bagus. Buku tentang orang-orang terkenal, atau buku-buku fiksi ilmiah, atau novel fiksi sains atau buku-buku ensiklopoedia. Tidak ada. Pada akhirnya aku menumpahkan rasa ingin membacaku pada kalender, atau apa saja yang ada tulisannya yang aku temui. Hingga pada akhirnya aku masuk sekolah, tentu aku punya buku-buku pelajaran. Tiada hari tanpa membaca buku-buku itu. Begitu semangatnya aku membaca. Hal ini yang mendorong sebuah keinginan saat ini, aku harus punya perpustakaan. Tumpukan buku-buku yang akan ku tata rapi dalam rak-rak unik. Agar anak-anak ku kelak dapat membaca apa saja, tanpa perlu bersusah payah mencari di toko buku atau agar jangan bersusah payah mencari pelampiasan hasrat membacanya.

Aku suka membaca, membaca buku. Buku Cetak. Maaf kalau aku udik, tapi aku tak begitu tertarik membaca buku-buku elektronik. Aku tahu dan aku sadar, jarang bahkan hampir tak ada orang yang berpikir seperti aku. Entahlah, jadi berbeda itu merupakan kepuasan tersendiri untukku.

Akhir-akhir ini aku sedang berpikir keras. Berdiri di aliran pikiran mana aku saat ini. Apakah aku ini idealis? Atau sosialis? Atau Realistis? Atau apatis? Aku belum menemukan jawabannya. Dan ini yang membuat aku kacau.

Sebelum aku menjawab pertanyaanku sendiri, mungkin aku harus berpetualang kembali. Membaca dan memahami situasi, apa itu itu idealis, sosialis, realistis dan apatis.

Aku mencoba menjadi seorang idealis
Pada akhirnya, aku tetaplah menjadi Aku
Aku mencoba menjadi sosialis
Namun, pada akhirnya, aku tetaplah menjadi Aku
Mungkin aku seorang realistis
Bukan, Aku tetaplah menjadi Aku
Atau aku adalah seorang apatis?
Tidak, Aku tetaplah menjadi aku
Aku yang seorang wanita
Mencoba bertahan menitik beratkan pada logika
Namun, aku tetaplah menjadi aku
Aku berbalik, menyusupkan perasaan dalam setiap keputusan
Aku tetaplah menjadi Aku
Walau aku berusaha untuk menjadi yang lain…

Bogor, 5 maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s