Tentang Rindu Ku


rinduAku menghitung waktu detik demi detik, menggoreskan satu garis lurus jika setiap hari telah berakhir, dan menyilangkannya ketika lima hari telah berhasil aku lewati. Aku lewati dengan rasa rindu yang tak kunjung terobati, rasa rindu terhadapmu. Terhadap seseorang yang telah membawa separuh hatiku bersamanya dan meninggalkan sebagian hatinya untuk melengkapi hatiku yang tersisa. Setiap hari yang terlewati, aroma rindu yang semakin kuat itu menumbuhkan jaring-jaring halus yang semakin menyatukan kepingan hati yang berbeda ini. Terkadang terasa teramat sakit rasanya, ketika mengingatmu jauh disana.

Hari demi hari aku lewati tanpamu, tanpa ada sapaan manja yang menyambutku disetiap harinya. Tanpa ada gurauan disela-sela kesibukan kita, tanpa senyum dan tanpa ucapan selamat tidur kala aku hendak menyelasaikan hari di gerbang mimpi. Semuanya, semuanya masih hanya harapan yang ku simpan dalam buku impian, impian kau dan aku. Impian yang sama-sama kita sepakati untuk diwujudkan disuatu hari nanti. Hari dimana kau dan aku sama-sama telah siap untuk melabuhkan kapal masing-masing di darmaga yang sama, pelabuhan cinta. Kemudian akan berlayar dengan kapal yang sama untuk selamanya, hingga nanti kita temukan pelabuhan terakhir untuk berlabuh selamanya.

Masih, aku masih menghitung hari-hari yang kita lewati. Masih menggoreskan turus-turus yang sendirian. Sepi tanpa mu itu resiko yang aku dapatkan dari komitmen yang kita sepakati diatas janji hati. Aku tahu, kau disana juga merasakannya. Rasa sepi yang menyelimuti dan kerinduan yang kian menggerogoti hati. Tak sedetikpun waktu ku lewati tanpa bayanganmu, tak satu langkahpun ku langkahkan kakiku tanpa mengingatmu. Aku yakin kaupun begitu. Melewati hari-hari sepi sendiri, melupakan jumlah helaan nafas yang terhembus tanpa aku disampingmu. Menyibukkan diri untuk tak mengingat-ingat aku disini. Meski berat melawan hati, demi masa depan kita nanti, aku tahu ituyang slalu ada dibenak mu dan yang kau katakan padaku. Biarlah, untuk saat ini turus-turus itu kesepian. Biarkan rindu itu bertumpuk dan jadi satu bersama harapan dan impian yang selalu kita selipkan dalam doa disetiap hari. Dan diakhir penantian, Tuhan sang pemilik hati memberikan jawaban atas do’a tulus kita di setiap hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s