Ka Azam, Kakak Terbaik


Hey ka, selamat ulang tahun yang ke 28. 😊 😊
Semoga sehat, sukses, umurnya berkah dan segera menikah.. 😉

Azam Maulana, nama yang ku kenal saat aku mulai suka main ke laboratorium komputer dan jaringan departemen fisika institut pertanian bogor. Semua berawal biasa saja, namanya juga awal permulaan. Hanya tegur sapa junior dan senior, tak ada yang lebih patut di jelaskan selain perumpamaan itu.  Mungkin saat itu kau tengah berusaha keras mendekati teman sekelasku yang cantik dan menonjol di antara mahasiswi lainnya. Aku tak peduli.

Waktu berganti, kau menyadari atau tidak, akupun tidak peduli. Kita mulai saling bicara, entah itu hanya sapaan manis di pagi hari, atau sekedar basa-basi mengajak makan siang bersama. Semuanya mengalir, dan kita semakin sering berbicara dan bercerita. Bercerita tentang apa saja, tentang siapa saja, dan kemudian tentang kita. Kaupun kerap kali bercerita tentang Tiara, seorang yang kau sayang, dan mungkin yang menaruh sedikit cemburu padaku. Karena kau selalu jujur padanya saat bersamaku.  Begitu pula, saat aku ingin kita bercerita atau hanya sekedar makan siang denganmu, kau sedang bersama dengannya, kaupun jujur kau sedang bersamanya. Dan akupun mengerti serta paham tentang siapa aku, siapa kita. Semua akan baik-baik saja.  Karena kau adalah kakakku, kakak terbaikku.

Hingga suatu hari, pacarmu itu berlayar ke kampung halamannya. Dan kita pergi tamasya berdua. Aku tak pernah berpikir lebih tentang mu ka. Walaupun saat bersamamu adalah saat terdamai dalam hidupku, saat dimana aku benar-benar merasa terlindungi dan terjaga. Kau yang selalu bilang “lu jangan takut ama gue, gue bakal jagain lu. Percaya ama gue”. Dan kau membuktikannya ka, kemanapun kita pergi, hutan,curug, taman, ataupun semarang kau memegang teguh ucapanmu.

Hingga waktu berlalu begitu jauh, kau mendapatkan pekerjaan di ibukota sedangkan aku masih mencari receh di kota sejuk ini. Suatu hari kau memberi kabar dan mengajak makan siang bersama, aku girang tak terkira. Ternyata saat itu kita makan siang bersama teman teman kaskusermu. Kau ingatkan ka? Waktu itu kopdar sekaligus pengambilan seragam baru para kaskuser regional bogor. Saat itu kau teman temanmu berkata “setiap kita ada acara lu selalu bawa cewe yang beda,zam. Yang ini siapa zam? ” dan kaupun menjawab dengan santai ka.”ade gue”. Dan tertawa lepas. Teman mu menimpali “ade dapet gede? Hahaha semoga langgeng zam ama yang ini”. Mereka tertawa, kaupun begitu. Akupun tertawa seraya berkata, bukan bang. Ka azam udah punya pacar, dan dia mah emang suka begituu. Saya sudah tau dari dulu. Sekian banyak teman yang bersalaman denganmu, sebanyak itu pula aku mendengar ledekan yang membuatku tertawa. Karena hanya aku yang paham tentang semua ini. Tak seperti kelihatan oleh mereka.
Siang itu gerimis ka, kau melanjutkan perjalananmu untuk bekerja.

Pernah di suatu waktu kau bilang cinta, dan itu sudah lama sekali. Bukan hanya cinta, kau menginginkan lebih dari hanya sekedar status pacaran. Dan waktu itu, saat awal kau mendapatkan pekerjaan dan yang lebih gilanya lagi, waktu itu kau masih bersama Tiara tersayangmu itu. Aku tertawa, setiap kata cinta yang terlontar aku balas dengan tawa seolah kau tengah bercanda. Kau adalah kakakku, kakak terbaikku. Hening.. Hilang..

Tak lama, semua kembali. Kakakku kembali. Dan kali ini tiada kata cinta se frontal dulu, hanya sindiran halus pertanda kau masih sama. Dan kak, kau begitu pandai mengemas bahasamu.  Tak ada sedikitpun kau membuatku kesal dengan sindiranmu, tak sekalipun kata-kata kasar terlontar untukku apalagi bentakan. Kau paham betul, semua itu tergantung aku, semua aku yang menilai dan memutuskan. Kau paham betul, jika kau berkata kasar apalagi membentak itu akan mengurangi nilaimu dimataku. Tapi, kau selalu menghargai keputusanku. Dan bagaimanapun aku tetap nyaman bersamamu.

Sekarang usiamu sudah 28 tahun ka. Sudah bukan waktunya mencoba-coba dan bermain-main lagi. Dan bukan waktunya untuk menungguku lagi. Karena kau tetap kakakku, kakak terbaikku. Tempat mengadu kala tugas akhir terbengkalai, tempat tertawa saat hati sedang bersedih. Kak, kau tak pernah berubah. Walau mungkin hatimu telah berubah. Aku hanya ingin dan tetap ingin menjadi adikmu yang manja dan lucu.

Kak, jika nanti aku menikah. Aku akan ceritakan pada suamiku tentangmu. Seorang kakak yang baik, yang selalu membuatku tertawa saat switch layer 3 itu portnya rusak, yang bilang jangan nangis gara-gara switch doang. Yang selalu membiarkan aku menjadi aku tanpa harus mendikte, apa yang harus aku lakukan. Yang membiarkan aku memilihmu tanpa dia pernah mencela pilihanku. Jika suatu hari, kita bertemua dengannya, kau harus berterimakasih padanya.

Selamat ulang tahun ka, semoga sehat, panjang umur, sukses dan segera menikah.. Yang pasti, jangan lupa undang dian.. Hehehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s