seperti BUSA


Tuhan yang Maha Pemberi,
aku ingin punya hati seperti busa, yang lentur dan bisa kembali ke bentuk semula. Walau bagaimanapun keadaannya. Selama ia tak dibakar atau dicabik oleh tangan manusia.

Aku ingin punya hati selentur busa, Tuhan
Hati yang bisa bertahan dengan keaslian dan apa adanya. Tak peduli seberat apa beban yang menindihnya. Ia akan bertahan dan nanti ketika beban itu dipindahkan, busa itu akan kembali kebentuknya semula.
Dan satu lagi, busa itu menjadi tempat yang nyaman untuk berpijak bagi beban berat itu.

Tuhan ku yang Maha Pemberi Anugrah..
Aku ingin dianugrahi hati seperti busa, yang mampu bertahan dalam diam tanpa mengeluh. Saat seribu jarum ditancapkan ketubuhnya. Terluka, tentu saja.
Tapi, ia tak pernah berubah dari bentuk aslinya.

Tuhanku yang Maha Pemberi Maaf
Maafkan aku yang banyak meminta,maafkan aku yang banyak salah pada sesama manusia, pada si Manis kucing putih-orange ku, pada bunga yang aku lupa menyiramnya dan pada-Mu yanng terlalu banyak aku lupakan perintah-Nya.
Maaf kan aku Tuhan ku..

Dian Purnamasari
Bogor, 17 Januari 2013 © Dian Purnamasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s