Aku adalah Orang yang Terasingkan


Aku adalah orang yang terasingkan, yang ditinggalkan dalam melangkah, yang diabaikan ketika berhadapan, tak ada artinya dimata mereka. Jika boleh bertanya, katakan apa yang salah, dimana letak kesalahan itu, dan tak adakah kemurahan hati untuk memaafkan dengan tulus, untuk menerima selayaknya seorang manusia yang peka terhadap rasa.

Pink yang Terasingkan
Pink yang Terasingkan

Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendirian, membutuhkan orang lain dalam setiap lembar urusan dan setiap manusia saling membutuhkan. Mungkin bukan sekarang, tapi di suatu hari yang akan datang.
Aku, aku adalah orang yang terasingkan, yang menikmati kehidupan sederhana yang aku punya. Sebuah catatan yang selalu bersedia mendengarkan cerita dan airmata, yang tak pernah bosan dan tak pernah mengeluh mengenai ini semua. Malam dingin menjadi saksi, bagitu mahalnya sesuatu yang di sebut teman dan ketulusan di kota ini. Entah siapa yang bisa disalahkan.

Hidup memang terlalu keras untuk dinikmati dengan kesederhanaan, terlalu kejam untuk dilewati dengan kelembutan dan terlalu angkuh untuk disambut dengan ramah tamah. Haruskah?? Hukum rimba adalah hukum yang tak pernah adil menurutku, memenangkan yang berkuasa, menjatuhkan si lemah, membiarkannya memohon atas ketakberdayaannya dan mereka tertawa diatas tangisan orang-orang malang.

Aku, ya aku. Aku adalah orang malang yang terasingkan. Terasingkan dari kehidupan gemerlap mereka, terasingkan dari gaya hidup elite ala mereka, terasingkan dari mulut-mulut manis nan munafik. Terasa sakit saat tersinggung sedikit saja, namun tak peduli saat bibir manis itu melukai hati yang lain. Tinggal di kota ini, seperti tinggal di rimba primitive dengan arsitektur nan modern. Makhluk-makhluk angkuh berwajah malaikat, berhati seperti api yang berkobar membakar rerumputan kering di hutan ilalang.

Aku adalah orang yang terasingkan, yang tak kan mengemis berlutut dikaki kalian, yang akan menyimpan airmata dan akan segera berlalu dari hadapan kalian, penjaga hutan bermulut manis dan bermuka dua, seperti serigala hutan yang picik dan licik.
Aku adalah orang yang terasingkan dan aku bahagia dengan itu. Aku bisa melangkah sendiri mencari kehidupan yang lebih baik.
Ketulusan itu seperti cahaya, kau dapat merasakannya namun tak bisa kau sentuh.

Advertisements

One thought on “Aku adalah Orang yang Terasingkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s