Darimana Datangnya Cinta?


Gunung Api Purba, Nglanggeran
Gunung Api Purba, Nglanggeran

Cinta.. Perasaan yang Tuhan karuniakan pada makhluk-Nya. Terkadang berdasarkan rasa ini, dua orang memutuskan untuk hidup bersama hingga tua dan ajal menjemput. Namun ada juga, berdasarkan rasa ini mereka memutuskan untuk berpisah, karena tak ingin saling menyakiti satu sama lain.

Cinta.. Perasaan halus yang masuk dan bersemayam dalam hati, kadang rasa ini akan mewujudkan keberadaannya dengan rasa ingin memiliki, ingin melindungi, ingin menyayangi, ingin selalu menjadi yang terbaik dan rasa rela tulus dan ikhlas berkorban. Berkorban apa saja, berkorban hati, tenaga pikiran, airmata, ego dan banyak hal lainnya.

Tapi, bagaimana bila cinta jatuh ke tempat yang salah? Cinta butuh apresisasi, butuh di tunjukan dan di buktikan. Namun, bagaimana jika cinta jatuh di hati yang salah?

Cinta tak ada logika, begitu lagu Agnes Monica yang pernah aku dengar. Tentu, cinta hanya tentang rasa, bukan tentang logika. Seberapa logisnya manusia mengungkapkan, namun sebesar itu pula rasa itu tak terungkapkan. Cinta itu tentang rasa. Rasa yang tak ada ukurannya, rasa yang tak ada volumenya, dan rasa yang tak bisa di jelaskan walau dengan seribu untaian kata mesra.

Cinta adalah perasaan suci yang di Anugerahkan oleh Tuhan yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Oleh sebab itu, percayalah cinta tak pernah jatuh di tempat yang salah, cinta tak pernah tumbuh di hati yang salah. Cinta jatuh dan tumbuh diantara Adam dan Hawa, laki-laki dan perempuan, jantan dan betina. Cinta membuat dua jenis makhluk Tuhan ini saling melengkapi.

Cinta hadir untuk saling melengkapi, itulah kodrat cinta. Saling melengkapi berarti saling berpasangan. Alam terkembang jadi guru. Alam adalah Guru rasa cinta yang baik dan bijaksana. Belajarlah cinta dari alam. Alam tidak bisa memaksakan kehendak mereka, apapun yang mereka lakukan dan apapun yang terjadi diantara mereka adalah mutlak takdir Tuhan.

Belajar cinta dari alam. Lihat bunga yang mekar dan pada akhirnya menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manusia. Pernahkah terpikirkan darimana asalnya buah? Ya, kita mulai mempelajarinya sejak SD, buah merupakan hasil perkawinan atau pembuahan serbuk sari (yang di miliki bunga betina) yang jatuh di atas kepala putik (yang di miliki bunga jantan).

Kemudian, ada binatang, memang binatang memiliki otak dan perasaan, namun mereka tidak bisa berpikir layaknya manusia. Mungkin hewan punya rasa cinta, buktinya ada hewan yang sangat setia pada satu pasangan saja, seperti burung merpati dan buaya. Mungkin mereka ingin menghindari gonta-ganti pasangan yang mengakibatkan terinfeksi virus HIV. :D.. Tapi, pernahkah kita melihatnya. Hewan tertarik pada hewan lain yang sama jenis kelaminnya dengan dia? Pernahkah anjing jantan mengawini anjing jantan pula? Hewan ini tetap pada takdir dan tak melawan ketentuan Tuhan-Nya. Apa mungkin karena hewan-hewan ini tak mengenal sosial media, apa karena hewan-hewan ini tak punya smartphone? Betapa beruntungnya binatang-binatang itu.. Tetap patuh pada takdir Tuhan-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s