Dan Mama Harus Tahu


Kejutan perjalanan dadakan ke stasiun bogor malam ini. Berangkat dari rasa kesal dan airmata yang tak dapat di tahan, melangkahkan kaki tanpa arah dan tujuan. Hingga malam menjelang dan harus pulang. Dua minggu terakhir, perasaan rindu ingin pulang semakin memuncak. Ketidak ramahan cinta semakin terasa, membabi buta, mama aku ingin pulang. Terkadang aku berpikir singkat, pulang dan menerima pinangan orang yang tak di kenal. Terserah gimana nanti hidup tanpa cinta, mungkin aku akan mati sebelum hari tua memperlihatkan sinarnya.

Mama selalu ada, tak pernah ikut campur urusan anaknya, hanya menasehati dan yang pasti selalu ada. Siang ini kita bercerita dan untuk pertama kalinya mama bilang iya. “Ma, ada duit mama kurang lebih sejuta, ma? Dian ingin pulang empat hari tapi uangnya kurang”. Dan mama bilang apa? Aku kira mama melarang seperti biasanya. Mama bilang “kenapa ga bilang dari pagi, tadi nak. Kalo bilang mama transfer tadi siang tu. Tapi, sepertinya bandara di tutup karena asap tebal dan pekat”. Mama ga pernah begini. Kata mama, “daripada kamu nangis dan sedih terus disana, pulanglah. Udah dua minggu seperti ini. Atau nanti mama yang menangis meronta-ronta disini, karena disana anak mama sedih terus?”. Aku hanya bisa bilang, “ngga ma, sambil menahan suara dan menyeka airmata. Lalu kita bercerita tentang hal lainnya, sehingga aku lupa. 🙂

Tapi ketika telpon di matikan, semuanya terulang kembali. Airmata jatuh lagi dan lagi. Akhirnya aku memilih pergi keluar. Menghabiskan airmata, membunuh waktu. Menghibur hati yang berduka. Di perjalanan pulang, tak sengaja mendengar pertengkaran kecil itu. Tapi dalam hati aku bersyukur, dengan segala apa yang aku miliki. Pertengkaran ibu dan anak di angkot. Aku tak menertawakannya. Mungkin si anak, sudah lama memendam perasaannya dan sekarang dia mencurahkannya, tapi di tempat yang salah, di angkot. “Adek tau mama tu baik, baik banget sama adek, bahkan sama orang-orang. Adek tu cuma ingin mama ada, temenin adek. Pulang sekolah, di rumah ga ada siapa-siapa. Adek di kamar aja, sepi ma.” Si mama menjawab, “Mama tu bisnis, berjuang buat sekolah adek sama kakak. Tu kakak bisa kuliah di jepang, karena siapa? Karena mama berjuang. Mama berjuang sendirian. Adek tu ngerti ga sih. Itu udah mama beliin i-phone. Sepi gimana lagi?” dan si bocah lugu itu menjawab “Adek tu mau perhatian mama, adek pengen ngobrol sama mama. Setiap mama pulang, adek pengen cerita, mama selalu bilang, mama pusing. Mau tidur. Mama tu sebagai ibu, dimana peran mama?” dan si Mama sewot, udahlah dek, jangan ngelawan terus. Cicing geura. Mama teh capek, buat mama senang kek omongannya. Udahlah, diem ga usah ngelawan lagi”. Dan bocah itu diem, meski masih banyak uneg-uneg yang ingin di sampaikannya. Di peluknyalah mama tercinta.

Satu hal yang bergejolak dalam pikiran aku, aku bersyukur dengan kehidupan yang aku punya. Tiba-tiba aku ingin pulang dan memeluk mama serta bilang, mama terimakasih untuk waktunya. Hidup kita sederhana, meski tak punya apa-apa seperti mereka. Tapi mama selalu punya waktu untuk mendengarku bercerita. Untuk memasak makanan untuk kita. Mama tak mampu membelikanku i-phone, tapi kehangatan berbaring di pangkuan mama jauh lebih berharga dari sebuah perangkat komunikasi keren yang di sebut i-phone. Harta, kekayaan, uang emang dapat membeli segalanya, tapi tidak untuk membeli cinta, kehangatan kasih dan sayang, kehangatan pelukan mama dan papa, dan rasa bahagia yang nyata. Ma, dari dulu aku tak pernah berubah. Dan semua orang yang tajam nuraninya pasti tahu. Aku tak butuh harta berlimpah, tak perlu uang banyak, asal cinta, kasih dan sayang yang tulus, itu sudah cukup. Harta dan kekayaan bisa menyusul. Hidup di rumah besar dan tercukupi segalanya, tanpa rasa damai dan bahagia ngga ada gunanya. 🙂

miss you mom, i wanna go home, mom.

I wanna Go Home, Mom
I wanna Go Home, Mom
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s