Apa yang aku pertahankan disini?


Seminggu terakhir, hujan turun sejak pagi hingga tengah hari. Pagi yang berat untuk mereka yang harus berangkat kerja dengan kereta. Untungnya dua kali pagi ini, hujan turun di pagi hari libur. Sehingga orang-orang malas ini dapat menarik selimutnya lebih dalam lagi. Mungkin hingga menutupi seluruh bagian tubuh hingga kepala. Namun, tak begitu untukku. Ketika hujan mulai turun pukul 04:00 pagi aku terbangun dan mendenngarnya. Aku berusaha menarik selimut dan memejamkan mata. Tapi sepanjang itu pula aku mendengar lirih suara hujan yang jatuh di genteng-genteng rumah. Hawa dingin yang menyelinap masuk di putaran hawa panas sisa mimpi semalam terasa membawa kesegaran dan ketenangan. Aku bertanya – tanya.

Perubahan dan perbedaan, tiba-tiba muncul hal yang sedemikian dalam pikiran kacau ini. Aku rasa aku terlau naif untuk mengatakan aku lelah, aku capek dan aku ingin menyerah. Aku pikir, akhir-akhir ini aku hanya berusaha untuk kuat tapi sejujurnya aku sudah kehabisan tenaga untuk berpura-pura.

Hujan memintaku untuk pulang, mungkin pulang ke rumah orang tuaku, atau mungkin pulang ke tempat yang lebih jauh. Atau melanjutkan perjalanan ke tempat yang lebih jauh, ke bulan misalnya. Tapi, mengapa sampai hari ini aku masih di sini? Apa mungkin karena aku belum sungguh-sungguh ingin pergi? Apa karena aku belum sungguh-sungguh ingin hijrah? Tapi, kenapa aku belum sungguh-sungguh? Apa yang aku pertahankan disini? Siapapun, beri tahu aku….

Bogor, 28 February 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s