yang Ketemu di Stasiun


“Orang yang peduli itu baik, tapi biasanya cenderung rese”

Sore yang cerah, kini saya mulai baik-baik saja untuk menerima kenyataan berbuka di kereta adalah kebiasaan baru yang harus saya terima dengan berhati lapang. Biarkan semua mengalir seperti semestinya. Karena pada akhirnya, air sungai yang tawar akan menjadi asin ketika menyatu dengan lautan luas.

Stasiun Bogor sore itu sama dengan sore-sore sebelumnya, ramai penuh dengan orang-orang yang ingin pulang menemui dan melengkapi kebahagiaan mereka hari ini. Saya hanya tersenyum getir, mencoba menghindar dari perasaan-perasaan ngilu itu. Senyum segera merekah, bukan karena ada yang memberi senyumnya pada saya, bukan karena seseorang tersenyum dan melambaikan tangannya pada saya. Mungkin bagi sebagian orang, ini sebuah keanehan atau bahkan penyakit. Saya tersenyum bukan sendiri melainkan karena melihat yang lelah menunggu hingga ia tertidur di stasiun. Jangan khawatir, tak ada yang menertawakannya ketika ia tergelatak di sana, bahkan mungkin tak ada yang peduli. Kemarin sore, ia tertidur di tengah orang-orang yang lalulalang, si cemong namanya. 😀

Mengelus bulunya yang membuatnya terbangun dan mengikuti langkah saya, sembari mengeong seperti seseorang mengungkapkan rasa rindu karena tak bertemu hari ini. Ya, dia hanya seekor kucing kesepian yang di sayang banyak orang, salah satunya saya. Dari suaranya, dari raut mukanya kelihatannya cemong sedang lapar. Saya mengeluarkan makan malamnya yang sungguh tiada mewah, ikan asin sisa kemarin. Tapi, ia terlihat bahagia sekali. Mungkin dia lelah setiap hari di beri makan whiskas, saya selalu memberinya makanan sederhana. Ikan asin sisa, tulang ayam sisa, tulang ikan sisa, tapi ia sangat menyukainya, sepertinya. Karena saya memberinya yang berbeda dengan rasa yang berbeda. Dan minuman kesukaannya, bear brand. Awalnya saya hanya iseng memberinya susu, ternyata ia menyukainya.

Langit sudah mulai gelap, cemong semakin semangat menghabiskan susunya, sepertinya memang ia lapar sekali, atau ia juga ikutan puasa?? 😀 bermain dengan pikiran sendiri. Agar tak ada lagi tangis sore ini. Ada suara yang menyapa dari belakang, Kaget? Ngga siih.. Sudah sering ada yang mengajak berbincang-bincang yang di awali dengan kesenangan saya akan binatang lucu itu.

Saya berbicang-bincang dengan beliau perihal kucing, karena beliau baru kehilangan kucing. Kucing nya lucu, berwarna abu-abu putih, beliau memperlihatkan poto kucing lucu itu. Ya, sangat lucu memang. Istri beliau meminta beliau betanya pada sya, apakah saya memelihara kucing, karena beliau menceritakan saya pada istrinya. Seseorang yang menghabiskan waktu sorenya hanya untuk duduk berdua dengan seekor kucing yang tak bicara.

Saya tak pernah berpikir ada yang memperhatikan saya. Siapa coba yang mau merhatiin kebiasaan orang aneh yang aneh ini. Tapi ternyata, saya salah. Dalam diam saya, dalam tak peduli saya ternyata ada yang memperhatikannya. Beliau memperhatikan setiap detilnya, siapa dan bagaimana saya. Beliau mengatakan bahwa tak banyak yang seperti saya, tekad dan kemauan, bentukan dan kesederhanaan. Anak kuli tangguh, ungkap beliau. Ya, memang benar. Saya selalu ingat, siapa dan darimana saya. 🙂

Tapi satu perkataan beliau yang mengusik pikiran saya, “orang perhatian itu biasanya rese. Pengennya comment mulu, salah atau benarnya kita.” that’s true, i think. 😉

Pertemuan dan obrolan yang menyenangkan,pak. Cemong, makasih yaa.. 😉

Berbuat baik dan bermanfaat bukan hanya pada manusia looh, ingat di dunia ini ada hewan dan tumbuhan juga, serta mereka yang tak kasat mata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s