Daniel Banjarnahor


Daniel Banjarnahor_baju Merah
Daniel Banjarnahor_baju Merah

Hari ini, aku kenalin dengan sahabatku yang lain. Namanya Daniel, aku biasa memanggilnya Dan, tapi itu dulu waktu pertama kenal. Waktu kelas 2 SMA Daniel berubah nama Jadi Muhammad Abduh
tapi tetep aja enakan manggil Daniel.

Nama lengkap : Daniel Banjarnahor / Muhammad Abduh
Nama Panggilan : Opung, Dani, Nil,
Sekolah :
SD :SDN 039 TANJUNG SAWIT
SMP : SMP N 3 TAPUNG
SMA : SMA N 1 TAPUNG
PTN : G A L A U

Makanan Kesukaan : Mie Goreng
Minuman Kesukaan : marquisa Juice

Motto Hidup :
Kesan Tentang Dian : Kangen sewaktu SMP di Kelas IIa, dan saat itu aku jeles sih waktu dian ma Zainuddin, :@

Pesan Untuk Dian: jika di atas jgn pernah lupa untuk melihat ke bawah
#Asli lhooo, minta langsung ama orangnyaa.. 😀

Ada yang anehkan ya, PTN nya masa GALAU. Katanya sih, itu karena dia kuliah bukan di universitas yang diimpikannya. Katanya sih, dia pengennya kalo ngga di USU ya di UNSRI, tapi apa daya keberuntungan belum berpihak kepadanya.
Sekarang Daniel kuliah di Universitas HKBP Nomensen Medan. Dia mencuri mimpiku, menjadi seorang Dokter. 😀

Kenal Daniel itu sejak kelas 1 SMP, dia adalah murid pindahan di sekolahku. Waktu kelas satu, ia berada di kelas 1C dengan wali kelas nya Miss.Rosmita. Sedangkan aku, aku 1F wali kelasnya ibu Basaria T.
Aku mengenalnya saat akan diadakan olimpiade MIPA di SMPN 1 Bangkinang. Kita ada dalam satu kelas yang sama, tapi dengan jurusan yang berbeda, aku Matematika dan dia Fisika, klao ngga salah ingat. Semuanya berlalu begitu cepat.
Karena sekarang kita udah sama-sama kuliah. Memang aku ngga banyak tahu tentang Daniel, tapi dia masuk kedaftar salah satu sahabat terhebat yang pernah aku punya. Dan pastinya dia ngga lupa sama aku, walau udah lama ngga ketemu dan ngga ada yang berubah darinya.

Terkait dengan kesannya, dulu sih aku ngga pernah menyadarinya. Tapi,saat SMA aku ingat betul. Dia pernah nelfon aku dan bilang bla bla bla. Ya intinya begitulah, ungkapan perasaan, Aku masih ingat Dan, itu tanggal 5 Mei 2008. Itu ketika aku setengah mati melupakan seseorang yang pernah ada, pernah singgah tapi ngga kembali.
Setelah itu, daniel sempat hilang untuk beberapa waktu, saat itu aku merasa kehilangan sesuatu. Kehilangan seseorang yang selalu kudengar suaranya setiap hari minggu, yang selalu membuat aku tertawa di hari minggu, saat kita sama-sama libur sekolah.

“Luka itu akan kering dari darahnya, akan sembuh dari sakitnya meskipun akan meninggalkan bekas yang tak kunjung hilang”. Itu yang dapat aku pelajari dari seorang Daniel.

Bogor, 29 Januari 2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s