Tetap dalam Diam


tak mengingatkuMalam ini semakin terasa dingin, saat aku kembali mengingatmu. Mengingat kau yang disana. Kau yang mencoba bertahan dalam diam, mencoba membohongi perasaan mungkin. Perasaan yang tak kau harapkan bersemayam dihatimu. Kini meronta, memberontak ingin berlari memeluk bayang-bayang yang kian menjauh. Berlari mengejar seorang yang begitu angkuh, berani mencuri seperempat keping hati yang membuatmu seolah hidup hanya untuk memikirkannya. Seperempat keping itu telah lebih dari cukup untuk membuatmu terlihat begitu tergila-gila.
Dalam diam tentunya, diiring hal-hal yang tak kalah lebih penting. Selalu tersisipkan bayang senyumnya, mungkin yang setengah mati kau berusaha untuk menepisnya. Terasa begitu sakit bukan, saat mawar mekar indah dalam pesonanya tergoda hati untuk mengawasinya. Sekali lagi tetap dalam diam.

Bogor 2012, © Dian Purnamasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s