Bolehkan. . . ?


Aku benci kala dihadapkan pada dua pilihan. Seperti rangkaian bilangan biner, hanya tersisa 1 atau 0, hidup atau mati, ya atau tidak, bertahan atau berhenti. Kata orang zaman sekarang, hal ini disebut GALAU. Ada yang bangga kala gelar itu melekat menjadi gelar, namun tak sedikit juga yang menolak dan membencinya. Menganggap itu bagian dari tradisi alay. Padahal alay adalah salah satu fase yang mesti dilewati pada proses menuju dewasa. Dewasa ngga lengkap rasanya tanpa mencicipi jadi anak alay. 😀

Hidup diantara dua pilihan, terasa mudah namun sejatinya lebih rumit dari lingkaran labirin di taman istana. Tak ada yang mudah, hanya hati yang berat untuk memutuskan. Takut akan kenyataan, takut akan kesalahan, takut akan penyesalan. Padahal tak ada pilihanyang sempurna, tak ada cinta seutuhnya selain cinta kepada-Nya.

Pecundang mungkin memang. Bukan mempermainkan rasa sayang, hanya tak ingin ada yang hilang. Tak mau terperangkap rasa terbuang. Belum saatnya untuk memilih satu yang pasti, untuk setia sampai mati. Terasa perih patah hati, mungkin hilang saat temukan pengganti. Namun kenangan tetap abadi.

Maafkan cinta, aku tak ingin memilih kau atau dia. Bolehkan jika kita bersama, hingga tiba saatnya persimpangan takdir-Nya memisahkan kita.

Petapahan, 10 Agustus 2013 © Dian Purnamasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s