Saat Kau Tak di Sini


Malam itu, kau berjanji akan menemuiku esok pagi. Sebelum kau berangkat menuju kampung halamanmu. Aku tak meminta janji itu, kau yang memberinya. Meski aku telah menolaknya kau tetap bersikeras. Aku hanya menurut dan diam-diam mencatatnya, berharap kau ingat janji itu ketika aku membuka mata esok pagi. Tapi, sesungguhnya hati kecilku sudah mengingatkan untuk tidak percaya seutuhnya. Dan pagipun tiba, kau tak kunjung datang. kesal terasa, tapi ya sudahlah. Itu salahku yang terlalu mudah percaya pada setiap ucapanmu.

Waktu berlalu, aku berusaha melupakan rasa kesal yang ada di hati. Kau mengirimkan pesan singkat, memberitahu kau telah ada disini, di kota yang sama denganku. Dan pesan singkat berikutnya berisi kau ingin bertemu denganku. Aku mengabaikan keduanya. Ponselku berada diluar jangkauan, aku tak dapat membalas pesan darimu. Hingga senja tiba, aku membaca pesan yang kau kirim ketika kau hendak benar-benar pergi meninggalkanku. Aku kecewa, mengapa kau tidak menungguku barang dua hingga tiga jam lagi. Dan aku memutuskan untuk tidak membalas pesan singkatmu, takkan memberi kabar padamu bahkan tidak bersedia untuk menjawab telpon darimu. Ya, aku lakukan itu.

Aku tahu, disetiap waktu kau selalu ingin tahu kabar dariku, bagaimana keadaanku, apakah aku sudah menghabiskan makan siang ku atau belum. Kau selalu ingin tahu akan hal itu. Aku juga bahkan sangat mengerti, kau akan teramat sangat khawatir jika aku tak mengabarimu. Dan hari itu, aku melakukannya. Sungguh, aku melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Keesokan harinya masih sama, aku tak membalas pesan singkatmu, aku bahkan menolak panggilan darimu. Aku melakukannya dengan sungguh-sungguh seperti hari kemarin. Tapi, sore itu. Aku berhenti melakukannya. Kau mengatakan kau tengah di rawat dirumah sakit. Saat itu juga, penyesalan itu hadir. Hadir bersama bayangmu yang kian mengundang rindu hingga meneteskan airmata. Salahkan aku yang tak mendengar alasanmu, salahkan aku yang langsung menghilang hingga menambahkan beban dipikiranmu, membuatmu khawatir.
Maafkan aku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s